|
|
|
|
ARTIKEL:
Alternatif Mencari Lowongan Kerja |
Alternatif Mencari Lowongan KerjaZAMAN sulit mencari pekerjaan seperti sekarang, menuntut kreativitaslebih para pencari kerja. Termasuk dalam mencari berbagai lowongan kerja. Sekadar menunggu iklan lowongan kerja di koran ---sekalipun ini tetap yang paling afdol---, berarti harus bersiap dengan angka peluang diterima yang kecil. Karena dengan dipublikasikan di media massa, ratusan bahkan ribuan pencari kerja lain siap menyingkirkan anda. Ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan pencari kerja, selain mencarinya lewat iklan di koran. Berikut, rangkuman beberapa tips yang diambil dari berbagai sumber. Siapa tahu bisa anda lakukan, dan mendapatkan lowongan dengan sedikit pesaing. 1. Baca berita-berita bisnis di media massa. Daripada melamun menunggu ada lowongan kerja, lebih baik simak berita atau tulisan tentang bisnis di surat kabar, majalah, atau media massa lainnya. Jika ingin lebih sip, belilah media khusus bisnis. Dari berita-berita itu cari informasi mengenai perusahaan yang sedang melakukan pengembangan bisnisnya. Karena dengan adanya pengembangan, berarti akan memerlukan tenaga kerja tambahan. Jika anda menemukan informasi seperti itu catat alamat perusahaannya. Jika tak tercantum tanyakan ke perusahaan media massa yang memuat berita tersebut. Tak usah tunggu lama-lama, segera kirimkan lamaran ke perusahaan tersebut. Keuntungan dari cara ini, selain kecil kemungkinan mendapat pesaing yang banyak ---karena anda melakukan "jemput bola"---, dari informasi yang anda baca akan lebih mengenal karakter perusahaannya. Sehingga bisa mempunyai gambaran, bagaimana membuat lamaran yang lebih "mengena sasaran". 2. Jalan-jalan di dunia maya. Media internet, saat ini banyak menyajikan berbagai informasi mengenai lowongan kerja. Ragam lowongan yang diinformasikan juga sangat kaya. Jika sebelumnya lebih terfokus pada pekerjaan-pekerjaan di seputar teknologi informasi, sekarang mulai dari "waitress" sampai lowongan kerja di luar negeri. Caranya, kalau tidak punya sambungan internet, pilihlah salah satu warung internet dekat rumah. Lalu buka situs yang punya mesin pencari ( searcher), misalnya saja http:\\www.google.com. Temukan kotak search, lalu ketik kata kunci yang ingin anda cari. Anda cukup ketik "lowongan" atau "lowongan kerja", nanti akan keluar ratusan situs yang menyediakan informasi lowongan kerja. Lebih baik anda memilih situs yang mengkhususkan diri pada masalah lowongan kerja atau ketenagakerjaan. Karena biasanya di situs seperti itu ada kotak search, dan melakukan kategorisasi untuk lowongan kerja yang ada. Sehingga akan memudahkan anda, jika hendak mencari lowongan- lowongan kerja tertentu. 3. Jangan lelah bertanya. Seringkali karena gengsi atau malu, pencari kerja malas menanyakan lowongan-lowongan kerja pada sejawatnya. Padahal dengan cara ini, sudah banyak contoh, merupakan cara paling efektif untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi, jangan malu bertanya. Tanyakan pada semua orang yang anda kenal, tentang kemungkinan adanya lowongan pekerjaan. Terutama pada teman-teman yang sudah bekerja, karena dari merekalah anda akan tahu, seandainya perusahaan tempat mereka bekerja membuka lowongan kerja. Keuntungan cara ini, jika lowongan tersebut akan dipublikasikan, anda akan mengetahuinya lebih dulu. Sehingga bisa mempersiapkan diri lebih baik. Dan yang lebih penting, tidak setiap perusahaan mengiklankan lowongan yang tersedia. Di sinilah gunanya teman. Perlu diperhatikan, selain tidak malu bertanya, pencari kerja juga jangan lelah bertanya. Misalnya setiap ketemu si Amir, teman anda yang bekerja di PT "X", jangan bosan untuk selalu menanyakan kemungkinan lowongan. Akan lebih baik lagi, jika dalam periode tertentu -seminggu/ dua minggu/sebulan- anda menanyakannya secara khusus. Ini akan menguntungkan anda. Karena setiap si Amir teringat anda, pikirannya langsung teringat pada lowongan kerja. Sehingga saat dia menemui informasi lowongan kerja dari mana pun, andalah yang pertama teringat dalam benaknya. Bisa jadi si Amir akan bosan mendengar anda menanyakan lowongan kerja, tapi akan teratasi dengan sedikti minta maaf. Sebagai teman tentunya dia akan memaklumi kondisi anda. 4. Buka-buka buku telefon. Kemungkinan cara ini masih langka dilakukan pencari kerja, tapi sebenarnya menyediakan peluang juga. Anda ambil buku panduan telefon, buka bagian yang memuat direktori perusahaan. Cari perusahaan yang bidang usahanya anda minati. Lalu, telefon perusahaan yang anda pilih, tanyakan kemungkinan-kemungkinan tersedianya lowongan. Akan lebih efektif lagi, jika anda langsung menanyakan "Saya dengan perusahaan ini membutuhkan karyawan baru ...,". Kalau memang benar ada, merupakan keberuntungan anda. Kalaupun tidak ada, si penerima telepon biasanya akan ragu-ragu mengatakan tidak. Kemungkinan dia akan menghubungkan anda ke bagian SDM atau Personalia, dan anda akan menemukan orang yang paling tepat untuk informasi lowongan kerja. 5. Cari informasi pensiun. Selain memfokuskan diri mencari perusahaan yang membuka ekspansi usaha, pencari kerja juga harus pasang mata dan telinga untuk informasi perusahaan yang melangsungkan program pensiun. Karena pada umumnya jika ada karyawan yang dipensiun, akan ada karyawan baru yang dibutuhkan untuk menggantikannya. Ini yang biasa dikenal dengan peluang kerja "tambal-sulam". (Y. Fitriadi/"PR")*** |
|||
|
Jakarta Pratama Indonesia (c) 2005 Jakarta - Indonesia |
bravenet.com